{"id":441,"date":"2007-11-29T14:07:00","date_gmt":"2007-11-29T06:07:00","guid":{"rendered":"http:\/\/yuhana.wordpress.com\/2007\/11\/29\/kampanye-dukungan-untuk-menolak-pekan-kondom-nasional-2007\/"},"modified":"2007-11-29T14:07:00","modified_gmt":"2007-11-29T06:07:00","slug":"kampanye-dukungan-untuk-menolak-pekan-kondom-nasional-2007","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/notes.its.ac.id\/yuhana\/2007\/11\/29\/kampanye-dukungan-untuk-menolak-pekan-kondom-nasional-2007\/","title":{"rendered":"Kampanye Dukungan untuk Menolak Pekan Kondom Nasional 2007"},"content":{"rendered":"<p>Catatan saya kali ini sedikit sensitif karena membahas masalah yang sensitif juga. Berawal dari email yang saya dapatkan tentang kampanye penolakan pekan kondom nasional, saya pergi ke website badan penanggulangan Aids <a href=\"http:\/\/www.aidsindonesia.or.id\/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=1148&amp;Itemid=2\">http:\/\/www.aidsindonesia.or.id<\/a> . Dari situ saya dapatkan informasi jelas tentang akan adanya Pekan Kondom Nasional 2007 yang diadakan atas kerjasama badan penanggulangan aids dan Badan Koordinasai Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan yayasan DKT Indonesia.<!--more--><\/p>\n<p>Pekan yang akan dilaksanakan tanggal 1-8 Desember 2007 ini bertujuan untuk mengkampanyekan penggunaan kondom untuk pencegahan penularan virus penyakit HIV Aids. Kalau kita amati secara sekilas program ini tujuannya adalah baik, namun ketika kita lihat lebih jauh ternyata dampak negatif yang ditimbukannya akan semakin besar dan hanya ada satu dampak positif yakni bagi perusahaan kondom bahwa produknya akan laku keras. Kegiatan yang dilakukan dalam pekan ini adalah : pembagian kondom gratis dilengkapi dengan materi edukasi, pelatihan, demonstrasi cara pemakaian kondom, konser musik, talkshow, dan apresiasi terhadap sejumlah tokoh yang menunjukkan kepedulian dan komitmen yang tinggi terhadap permasalahan HIV\/AIDS di Indonesia. Sebagian besar isi dari tulisan ini saya ambil dari kampanye yang beredar yang saya dapatkan melalui email.<\/p>\n<p>Jika kampanye penggunaan kondom ini berhasil dan membuat masyarakat percaya bahwa mereka akan aman jika menggunakannya, maka akan ada dampak negatif yang lebih besar antara lain :<\/p>\n<ol>\n<li>Pemerintah (dalam hal ini diwakili BKKBN) dianggap mendukung adanya Free Sex dan ini akan mengancam terutama generasi muda kita<\/li>\n<li>Beberapa bukti ilmiah yang tertulis dibawah membuktikan bahwa ternyata pemakain kondom adalah tidak aman untuk pencegahan penularan virus HIV Aids karena tujuan utama pembuatannya adalah sebagai alat kontrasepsi, lalu cara apa yang aman untuk mencegah penularan HIV aids adalah dengan berperilaku hidup sehat sesuai yang dituntunkan oleh Agama. Jadi pekan ini menurut saya tidak tepat jika dimaksudkan untuk pencegahan penularan Aids, yang tepat adalah untuk marketing\/promosi kondom. Kenapa tidak kembali ke anjuran dan tuntunan agama jika ingin selamat dari penularan ini?<\/li>\n<\/ol>\n<p>BUKTI ILMIAH<br \/>\nKondom Tidak 100% Aman<\/p>\n<ol>\n<li>Penelitian yang dilakukan oleh Lytle, et. al. (1992) dari Division of Life Sciences, Rockville, Maryland, USA, membuktikan bahwa penetrasi kondom oleh partikel sekecil virus HIV\/AIDS dapat terdeteksi.<\/li>\n<li>Penelitian yang dilakukan oleh Carey, et. al. (1992) dari Division of Pshysical Sciences, Rockville, Maryland, USA, menemukan kenyataan bahwa virus HIV dapat menembus kondom. Kondom yang beredar di pasaran 30% bocor.<\/li>\n<li>Direktur Jenderal WHO, Hiroshi Nakajima (1993) menyatakan bahwa efektivitas kondom diragukan.<\/li>\n<li>Pernyataan J. Mann (1995) dari Harvard AIDS Institute yang menyatakan bahwa tingkat keamanan kondom (bebas kebocoran) hanya 70%.<\/li>\n<li>Dalam konferensi <span style=\"cursor:pointer;border-bottom:#0066cc 1px dashed\" class=\"yshortcuts\">AIDS<\/span> <span style=\"cursor:pointer;border-bottom:#0066cc 1px dashed\" class=\"yshortcuts\">Asia<\/span> Pacific di <span style=\"background:0 50%;cursor:pointer;border-bottom:#0066cc 1px dashed\" class=\"yshortcuts\">Chiang Mai, Thailand<\/span> (1995) dilaporkan bahwa penggunaan kondom aman tidaklah benar. Pori- pori kondom berdiameter 1\/60 mikron dalam keadaan tidak meregang, sedangkan bila dalam keadaan meregang pori-pori tersebut mencapai 10 kali lebih besar. Sementara kecilnya virus HIV berdiameter 1\/250 mikron. Dengan demikian jelas bahwa virus HIV dapat dengan leluasa menembus kondom.<\/li>\n<li>Laporan dari majalah Costumer Reports (1995) menyatakan bahwa pemeriksaan dengan menggunakan elektron mikroskop dapat dilihat pori-pori kondom yang 10 kali lebih besar dari virus HIV<\/li>\n<li>Pernyataan dari M. Potts (1995) Presiden Family Health International, salah satu pencipta kondom mengakui antara lain bahwa : &#8220;Kami tidak dapat memberitahukan kepada khalayak ramai sejauh mana kondom dapat memberikan perlindungan pada seseorang. Sebab, menyuruh mereka yang telah masuk ke dalam kehidupan yang memiliki resiko tinggi (seks bebas dan pelacuran) ini untuk memakai kondom, sama saja artinya dengan menyuruh orang yang mabuk memasang sabuk ke lehernya&#8221;<\/li>\n<li>Pernyataan dari V. Cline (1995), Profesor psikologi dari Unversitas <span style=\"cursor:pointer;border-bottom:#0066cc 1px dashed\" class=\"yshortcuts\">Utah, Amerika<\/span> Serikat, menegaskan bahwa memberi kepercayaan kepada remaja atas keselamatan berhubungan seksual dengan menggunakan kondom adalah sangat keliru. Jika para remaja percaya bahwa dengan kondom mereka aman dari HIV\/AIDS atau penyakit kelamin lainnya, berarti mereka telah tersesatkan<\/li>\n<li>Pernyataan pakar <span style=\"cursor:pointer;border-bottom:#0066cc 1px dashed\" class=\"yshortcuts\">AIDS<\/span>, R. Smith (1995), setelah bertahun- tahun mengikuti ancaman <span style=\"cursor:pointer;border-bottom:#0066cc 1px dashed\" class=\"yshortcuts\">AIDS<\/span> dan penggunaan kondom, mengecam mereka yang telah menyebarkan &#8220;safe sex&#8221; dengan cara menggunakan kondom sebagai &#8220;sama saja dengan mengundang kematian&#8221;. Selanjutnya beliau mengetengahkan pendapat agar reiko penularan\/penyebara n HIV\/AIDS diberantas dengan cara menghindari hubungan seksual di luar nikah<\/li>\n<li>Di Indonesia pada tahun 1996 yang lalu kondom yang diimport dari Hongkong ditarik dari peredaran karena 50% bocor.<\/li>\n<li>Tingkat keamanan kondom (bebas kebocoran) di negara-negara berkembang rata-rata hanya 70%. Kondom terbuat dari latex yang peka terhadap sinar (matahari dan lampu), oksigen dan kelembaban. Umur pakai kondom hanya 5 tahun. Dikhawatirkan, banyak kondom yang diimport dari luar negeri sudah melewati batas waktunya. Penyimpanan yang tidak hati-hati dapat menyebabkan kondom berjamur, robek bahkan copot sama sekali. Kalau diamati, penyimpanan kondom di apotik- apotik yang sering diletakkan di bawah lampu neon. Keadaan bertambah gawat kalau penyimpanan di gudangnya kurang hati-hati atau kurang teliti misalnya diletakkan di lantai.<\/li>\n<li>Hasil penelitian yang dilakukan oleh Prof. Dr. Biran Affandi (2000) menyatakan bahwa tingkat kegagalan kondom dalam Keluarga Berencana mencapai 20%. Hasil penelitian ini mendukung pernyataan dati Prof. Dr. Haryono Suyono (1994) bahwa <a href=\"http:\/\/www.bkkbn.go.id\/article_detail.php?aid=727\">kondom dirancang untuk Keluarga Berencana dan bukan untuk mencegah virus HIV\/AIDS<\/a>. Kondom adalah untuk mencegah penetrasi sperma, bukan untuk mencegah penetrasi virus HIV\/AIDS.<\/li>\n<li>Gereja Katholik (Vatikan) menyerukan kepada masyarakat bahwa kondom tidak melindungi seseorang dari ketularan virus HIV. Selanjutnya, sebagaimana yang dikemukakan oleh Kim Barnes (2003) dari BBC London, menyatakan bahwa cara yang terbaik agar terhindar dari virus HIV\/AIDS adalah abstinentia, yaitu tidak mengadakan hubungan seksual di luar nikah.<\/li>\n<li>Alfonso Lopez Trujillo (2003) seorang cardinal senior dari Vatikan menyatakan bahwa virus HIV dapat menembus dinding kondom. Kecilnya virus HIV 1\/450 lebih kecil dari sperma. Sperma saja masih bisa menembus lapisan kondom, apalagi virus HIV.<\/li>\n<li>Gordon Wambi (2003) seorang aktivis <span style=\"cursor:pointer;border-bottom:#0066cc 1px dashed\" class=\"yshortcuts\">AIDS<\/span> menyatakan ketidaksetujuannya pemakaian kondom. Hal ini sesuai dengan Vatican&#8217;s Pontifical Council for Family yang menyerukan kepada pemerintah agartidak menganjurkan pemakaian kondom kepada rakyatnya; kampanye kondom sama saja resikonya dengan kampanye rokok, bahayanya sama.<\/li>\n<li>Sejak kondom mudah diperoleh, penyebaran HIV\/AIDS menjadi melesat dengan pesat, disimpulkan bahwa kondom membantu penyebaran HIV\/AIDS, demikian dikemukakan oleh Archbishop of Nairobi (RaphaelNdingi Nzeki, 2003).<\/li>\n<li>Selanjutnya gereja Katholik menganjurkan kepada salah satu pasangan suami-istri yang terinfeksi untuk tidak menggunakan kondom, sebab virus HIV bisa menembusnya dan menulari pasangannya yang lain. Dewasa ini dunia (2003) sedang menghadapi global pandemic HIV\/AIDS yang telah mewaskan lebih dari 20 juta orang dan menginfeksi 42 juta.<\/li>\n<li>Dari <span style=\"cursor:pointer;border-bottom:#0066cc 1px dashed\" class=\"yshortcuts\">Washington<\/span> diberitakan oleh Associated Press (AP) yang dikutip oleh Koran Tempo (12 November 2005), yang menyebutkan ada peringatan dari Food and Drug Administrations (<span style=\"cursor:pointer;border-bottom:#0066cc 1px dashed\" class=\"yshortcuts\">FDA<\/span>) perihal peringatan pada kemasan kondom. <span style=\"cursor:pointer;border-bottom:#0066cc 1px dashed\" class=\"yshortcuts\">FDA<\/span> mengharapkan dalam kemasan kondom tertera peringatan bahwa kondom hanya sedikit efektif mencegah penyebaran penyakit seksual menular seperti herpes genitalis, virus papilloma, dan virus HIV\/AIDS. Kondom adalah untuk mencegah penetrasi sperma, bukan untuk mencegah penetrasi virus HIV\/AIDS.<\/li>\n<li>Kondom terbuat dari lateks ( karet ). Bahan ini merupakan senyawa hidrokarbon dengan polimerisasi yang berarti mempunyai serat dan berpori-pori. Di samping itu, karena proses pembuatan, maka kondom juga memiliki lubang cacat mikroskopis atau &#8221; pinholes &#8221; (Prof.Dr.dr.H. Dadang Hawari )<\/li>\n<\/ol>\n<p>Dengan ini saya mendukung langkah<br \/>\n&#8211; ASA ( Aliansi Selamatkan Anak ) Indonesia<br \/>\n&#8211; Forum <span style=\"background:0 50%;cursor:pointer;border-bottom:#0066cc 1px dashed\" class=\"yshortcuts\">Indonesia<\/span> Muda ( FIM )<br \/>\n&#8211; Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa se <span style=\"cursor:pointer;border-bottom:#0066cc 1px dashed\" class=\"yshortcuts\">Indonesia<\/span><br \/>\n&#8211; Lembaga Manajemen Pendidikan <span style=\"cursor:pointer;border-bottom:#0066cc 1px dashed\" class=\"yshortcuts\">Indonesia<\/span> ( LMPI )<br \/>\n&#8211; Gerakan Jangan Bugil Depan Kamera ( JBDK )<br \/>\n&#8211; Masyarakat Tolak Pornografi ( MTP )<br \/>\n&#8211; Komite <span style=\"cursor:pointer;border-bottom:#0066cc 1px dashed\" class=\"yshortcuts\">Indonesia<\/span> Pemberantasan Pornografi &amp;Pornoaksi ( KIP3 )<\/p>\n<p>ALIANSI<br \/>\nPEMUDA SELAMATKAN BANGSA<br \/>\nDENGAN TEGAS MENOLAK KONDOMISASI<\/p>\n<p>Karena :<br \/>\n1. Kondom terbukti secara ilmiah tidak efektif mencegah HIV AIDS<br \/>\n2. Provokasi menuju gaya hidup &#8221; Free Sex &#8221;<br \/>\n3. Bertentangan dengan nilai-nilai luhur Bangsa dan Pancasila<br \/>\n4. Penistaan terhadap hak azazi manusia khususnya kaum muda<br \/>\n5. Menyinggung dan menciderai rasa KEBERAGAMAAN bangsa <span style=\"cursor:pointer;border-bottom:#0066cc 1px dashed\" class=\"yshortcuts\">Indonesia<\/span><br \/>\n6. Pembodohan, kebohongan dan kesesatan NYATA<br \/>\n7. Jalan pintas untuk kepentingan segelintir orang dengan mengorbankan masa depan BANGSA dan kepentingan rakyat banyak<\/p>\n<p>Beri kami PENDIDIKAN BERMUTU<br \/>\nBukan KONDOM<br \/>\nKami bukan generasi MAKSIAT<\/p>\n<p>PEDULI <span style=\"cursor:pointer;border-bottom:#0066cc 1px dashed\" class=\"yshortcuts\">AIDS<\/span> ?<br \/>\nTOLAK SEKS BEBAS !!!<\/p>\n<p>Sekretariat<br \/>\nGedung Ganeca Blok 1 lt dasar<br \/>\nJl Raya Pasar Minggu no 234<br \/>\nTlp 021 68552573 &#8211; Fax 021 797 2294 Indonesia<br \/>\nWebsite : http:\/\/asa-Indonesi<span style=\"background:0 50%\" class=\"yshortcuts\">a.com<\/span><br \/>\nYouthnotoporn. com<\/p>\n<p>Bagaimana dengan Anda ?<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Catatan saya kali ini sedikit sensitif karena membahas masalah yang sensitif juga. Berawal dari email yang saya dapatkan tentang kampanye penolakan pekan kondom nasional, saya pergi ke website badan penanggulangan Aids http:\/\/www.aidsindonesia.or.id . Dari situ saya dapatkan informasi jelas tentang akan adanya Pekan Kondom Nasional 2007 yang diadakan atas kerjasama badan penanggulangan aids dan Badan Koordinasai Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan yayasan DKT Indonesia.<\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[61,4],"tags":[],"class_list":["post-441","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-budaya","category-pendidikan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/yuhana\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/441","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/yuhana\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/yuhana\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/yuhana\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/yuhana\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=441"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/yuhana\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/441\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/yuhana\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=441"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/yuhana\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=441"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/yuhana\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=441"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}