{"id":424,"date":"2007-01-19T20:08:02","date_gmt":"2007-01-19T12:08:02","guid":{"rendered":"http:\/\/yuhana.wordpress.com\/2007\/01\/19\/sepedaku-sayang-sepedaku-malang\/"},"modified":"2007-01-19T20:08:02","modified_gmt":"2007-01-19T12:08:02","slug":"sepedaku-sayang-sepedaku-malang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/notes.its.ac.id\/yuhana\/2007\/01\/19\/sepedaku-sayang-sepedaku-malang\/","title":{"rendered":"Sepedaku sayang sepedaku malang"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"http:\/\/yuhana.files.wordpress.com\/2007\/01\/sepeda.jpg\" title=\"sepeda\"><img decoding=\"async\" src=\"http:\/\/yuhana.files.wordpress.com\/2007\/01\/sepeda.thumbnail.jpg\" alt=\"sepeda\" \/><\/a>Hari ini aku ke kampus jam 2 siang, sepulang dari masjid besar. Seperti biasa ku parkir sepedaku di tempat biasa. Jam 3.30 aku berniat kembali ke asrama. Namun betapa terkejutnya aku sepeda kesayanganku tidak berada di tempatnya. Kucoba memutari tempat parkir namun nggak kutemukan. Ya Allah&#8230;. apakah memang sepeda itu bukan rejekiku lagi, begitu pikirku. Sepeda yang aku beli 800NT saat baru datang pertama kali di Taiwan karena aku sangat memerlukannya. Aku coba mengingat-ingat apakah aku lupa menguncinya, sepertinya tidak, aku tidak lupa menguncinya. <!--baca selengkapnya--><!--more--><\/p>\n<p>Lalu masih dalam keadaan bingung aku coba untuk memutari tempat parkir lagi, baru aku sadar bahwa aku pernah dapat sticker warna merah ketika parkir di tempat itu, dan ketika aku tanyakan ke temenku apa maksudnya(karena tertulis dalam bahasa mandarin), ternyata maksudnya agar aku jangan parkir di tempat itu atau sepedaku akan dibawa petugas ke kampus Shuiyuan.<\/p>\n<p>Setelah aku yakin bahwa sepedaku benar-benar tidak ada diparkiran aku coba tanya kepada salah seorang mahasiswa yang sedang berada di tempat itu dan ia menunjukiku tulisan yang tertulis di lantai tempat aku parkir yang artinya &#8220;sepeda yang diparkir di luar garis parkir telah dibawa ke kampus syiyuan&#8221;. Aku ingat ada banyak sepeda juga yang parkir di tempat yang lebih luar dari sepedaku, padahal sepedaku berada tepat di sebelah garis parkir, artinya separuh masih didalam area parkir dan separuh dah di luar area parkir. Apa sih kampus shuiyuan itu? ternyata kampus shuiyuan adalah kampus NTU yang berada di luar kampus utama, kurang lebih sekitar 3 km dari kampusku. Di kampus itu diletakkan sepeda-sepeda yang salah parkir.<\/p>\n<p>Langsung aku telpon bu erma, minta tolong ditemani ke kampus syiyuan untuk ambil sepeda. Kami kesana jalan kaki dan cuma berbekal denah yang digambarkan oleh mahasiswa yang aku tanyain di tempat parkir tadi. Akhirnya setelah bertanya kurang lebih 6 kali dan sempat kesasar beberapa kali kami nyampek juga di kampus shiuiyuan. Langsung kucari sepedaku dan alhamdulillah sepeda itu masih dalam keadaan segar bugar. Banyak sepeda lain yang juga ada di daerah itu, bahkan ada yang sudah tidak lengkap lagi karena bannya atau sadelnya sudah dicopotin karena mungkin lama tidak diambil pemiliknya.<\/p>\n<p>Subhanallah walhamdulillah ternyata sepeda itu masih rejekiku \ud83d\ude42 . Namun sepeda itu dirantai dengan sepeda yang lain. Aku pergi ke petugas dan meminta untuk membukakan rantai yang ada disitu. Setelah mengisi form pengambilan sepeda akhirnya kudapatkan lagi sepedaku. Terima kasih ya Allah, aku merasa kehilangan sekali kalau sepeda bener-bener hilang karena dialah yang menemaniku pergi ke kampus yang jaraknya sekitar satu kilo dari dorm, menemaniku ke masjid besar setiap jumat, ke masjid kecil setiap minggu (jaraknya 2 kiloan) atau ke pasar yonghe untuk cari buah. Sudah terbayang kalau nggak ada sepeda itu bakal banyak waktuku yang tersita untuk jalan kaki ke tempat-tempat yang biasa aku kunjungi.<\/p>\n<p>Mungkin aku kurang bersyukur dengan sepeda ini dengan memarkirnya di tempat yang salah, sehingga aku diperingatkan dengan kejadian ini. Hm&#8230;. membayangkan jalan kaki ke kampus syiyuan rasanya aku harus lebih hati2 lagi kalau parkir. Thanks buat bu erma yang telah menemaniku mengambil sepeda kesayanganku \ud83d\ude00<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hari ini aku ke kampus jam 2 siang, sepulang dari masjid besar. Seperti biasa ku parkir sepedaku di tempat biasa. Jam 3.30 aku berniat kembali ke asrama. Namun betapa terkejutnya aku sepeda kesayanganku tidak berada di tempatnya. Kucoba memutari tempat parkir namun nggak kutemukan. Ya Allah&#8230;. apakah memang sepeda itu bukan rejekiku lagi, begitu pikirku. Sepeda yang aku beli 800NT saat baru datang pertama kali di Taiwan karena aku sangat memerlukannya. Aku coba mengingat-ingat apakah aku lupa menguncinya, sepertinya tidak, aku tidak lupa menguncinya.<\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[63],"tags":[],"class_list":["post-424","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-hari-hariku"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/yuhana\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/424","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/yuhana\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/yuhana\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/yuhana\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/yuhana\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=424"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/yuhana\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/424\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/yuhana\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=424"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/yuhana\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=424"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/yuhana\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=424"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}