{"id":222,"date":"2008-05-29T23:42:26","date_gmt":"2008-05-29T15:42:26","guid":{"rendered":"http:\/\/yuhana.wordpress.com\/?p=222"},"modified":"2008-05-29T23:42:26","modified_gmt":"2008-05-29T15:42:26","slug":"sekilas-tentang-web-ontology-language-owl","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/notes.its.ac.id\/yuhana\/2008\/05\/29\/sekilas-tentang-web-ontology-language-owl\/","title":{"rendered":"Sekilas tentang Web Ontology Language (OWL)"},"content":{"rendered":"<p>OWL adalah salah satu bentuk ontology yang memang dirancang dengan tujuan untuk digunakan oleh aplikasi yang perlu memproses isi informasi ketimbang menampilkan informasi untuk konsumsi manusia. OWL merupakan rekomendasi W3C (World Wide Web Consortium) dalam penulisan ontology untuk web untuk web semantic. OWL dituliskan dalam syntax XML (eXtended Markup Language). Selain XML dalam OWL digunakan juga bahasa XMLS (XML Schema), RDF (Resource Description Framework) dan RDFS (RDF Schema) dan OWL itu sendiri.<\/p>\n<p>Tentang ontology sendiri insya allah nanti akan saya bahas dalam postingan tersendiri (semoga ada waktu \ud83d\ude42 ). OWL menyediakan 3 sub bahasa yang expressive yang dirancang untuk digunakan oleh komunitas user\/implementer tertentu, yakni:<!--more--><\/p>\n<ol>\n<li>OWL lite<\/li>\n<li>OWL DL dan<\/li>\n<li>OWL Full<\/li>\n<\/ol>\n<p>OWL lite\u00a0disediakan untuk\u00a0pengguna yang secara prinsip memerlukan hirarki klasifikasi dan batasan sederhana. Sebagai contoh jika menggunakan batasan kardinalitas, ia hanya mengijinkan nilai kardinalitas 0 dan 1.<\/p>\n<p>OWL DL (Description Logic) disediakan untuk\u00a0pengguna yang ingin ekspresi maksimal untuk komputasi dalam artian semua kesimpulan dijamin <em>computable<\/em> dan <em>decidable<\/em>. OWL\u00a0DL meliputi semua\u00a0\u00a0bahasa OWL dan mendukung reasoning<\/p>\n<p>OWL Full tersedia untuk pengguna yang ingin mengekspresikan bahasa secara maksimum dan syntaknya bebas dari RDF dengan tidak ada jaminan bahwa ia <em>computable<\/em>.\u00a0Sepertinya tidak ada <em>software reasoning<\/em> yang akan dapat\u00a0digunakan untuk mendukung <em>resoning<\/em> yang komplit dari setiap feature dalam OWL Full.\u00a0<\/p>\n<p>Mengapa menggunakan OWL? Awalnya adalah adanya ide dan visi dari web semantic. Visi untuk masa depan yang mana informasi diberikan secara eksplisit yang membuat mesin \/ komputer bisa mengerti dan mampu memproses informasi itu secara otomatis dan mampu mengintegrasikan informasi yang tersedia di web. Komputer diharapkan mampu melakukan proses <em>reasoning<\/em> sebagaimana yang dilakukan manusia. Ontology merupakan bahasa\u00a0 untuk mesin yang digunakan untuk merepresentasikan suatu informasi secara eksplisit. Ontology juga mendukung adanya reasoning. Itulah mengapa OWL penting dalam mewujudkan visi web semantic.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>OWL adalah salah satu bentuk ontology yang memang dirancang dengan tujuan untuk digunakan oleh aplikasi yang perlu memproses isi informasi ketimbang menampilkan informasi untuk konsumsi manusia. OWL merupakan rekomendasi W3C (World Wide Web Consortium) dalam penulisan ontology untuk web untuk web semantic. OWL dituliskan dalam syntax XML (eXtended Markup Language). Selain XML dalam OWL digunakan juga bahasa XMLS (XML Schema), RDF (Resource Description Framework) dan RDFS (RDF Schema) dan OWL itu sendiri. Tentang ontology sendiri insya allah nanti akan saya bahas dalam postingan tersendiri (semoga ada waktu \ud83d\ude42 ). OWL menyediakan 3 sub bahasa yang expressive yang dirancang untuk digunakan oleh komunitas user\/implementer tertentu, yakni:<\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[78,82],"tags":[],"class_list":["post-222","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ontologi","category-research"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/yuhana\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/222","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/yuhana\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/yuhana\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/yuhana\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/yuhana\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=222"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/yuhana\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/222\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/yuhana\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=222"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/yuhana\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=222"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/yuhana\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=222"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}