{"id":219,"date":"2008-05-04T08:36:25","date_gmt":"2008-05-04T00:36:25","guid":{"rendered":"http:\/\/yuhana.wordpress.com\/?p=219"},"modified":"2008-05-04T08:36:25","modified_gmt":"2008-05-04T00:36:25","slug":"berkeluarga-dan-bermasyarakat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/notes.its.ac.id\/yuhana\/2008\/05\/04\/berkeluarga-dan-bermasyarakat\/","title":{"rendered":"Berkeluarga dan Bermasyarakat"},"content":{"rendered":"<p>Bagi yang telah menikah dan tinggal bersama suami dan keluarga mau tidak mau harus terjun ke masyarakat untuk berinteraksi satu sama lain dalam masyarakat. Bagi keluarga muda yang tinggal di lingkungan perumahan kadangkala bingung juga apa yang harus dilakukan dalam bergaul dengan masyarakat sekitar. Bagaimanapun juga mendidik anak dan keluarga merupakan hal yang kompleks. Lingkungan tempat tinggal kita sangat mempengaruhi bagaimana pembentukan anak-anak kita, juga bagaimana kesejahteraan keluarga kita secara fisik maupun mental. <!--more--><\/p>\n<p>Seperti sewaktu pertama kali kami pindah ke perumahan baru di &#8220;Kota Baru Driyorejo Gresik&#8221; yang rata-rata dihuni oleh keluarga muda pada tahun 2004. Sempat ada kebingungan apa yang harus dilakukan. Kami termasuk keluarga ke 10 yang menempati perumahan baru pada waktu itu. Total jumlah rumah di komplek kami (Jl. Zamrud) adalah sekitar 100 rumah. Masih ada komplek lain disekitar komplek kami. Bisa dibayangkan bagaimana sepinya ketika hanya ada 10 keluarga yang tinggal di kompleks perumahan kami.<\/p>\n<p>Selang satu tahun akhirnya perumahan kamipun penuh. Hampir seluruh pemilik rumah menempati rumah barunya. Akhirnya ada inisiatif untuk membentuk lingkungan RT pada tahun 2005. Prinsip\u00a0keluarga kami\u00a0adalah dimanapun kami berada, kami berusaha untuk bisa\u00a0bermanfaat bagi\u00a0orang-orang disekitar kami. Akhirnya kamipun aktif dalam lingkungan RT dan diminta\u00a0untuk menjadi sekretaris RT. Ketika kami membentuk RW pak RWpun meminta suami untuk menjadi sekretaris RW dan bu RW meminta saya untuk menjadi\u00a0sekretaris PKK RW. Hm&#8230; hal yang tidak mudah, apalagi kami tidak memiliki\u00a0pengalaman tentang kemasyarakatan. Dulu waktu\u00a0tinggal di desa jarang ada kegiatan2\u00a0RW atau kampung kecuali menjelang peringatan 17 agustus.<\/p>\n<p>Berbekal pengamatan ke daerah lain, bertanya sana-sini dan browsing sana-sini akhirnya kami memiliki inisiatif bagaimana mengembangkan wilayah Zamrud tempat kami tinggal agar menjadi lingkungan yang nyaman untuk\u00a0kami tempati. Berbagai program kerjapun kami\u00a0selenggarakan. Hidup dimanapun bukanlah main-main dan kita memang harus serius untuk menjalankannya. Jika di kampus ya berusaha menjadi\u00a0elemen kampus yang baik, jika di rumah ya\u00a0berusaha menjadi\u00a0bagian\u00a0keluarga dan masyarakat yang baik.<\/p>\n<p>Bagi yang berkeluarga dan ingin ikut serta membangun lingkungan disekitar keluarga, tidak ada salahnya membaca catatan kecil saya tentang keluarga dan lingkungan kami\u00a0yang ada di link ini <a href=\"http:\/\/zamrudkbd.wordpress.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">http:\/\/zamrudkbd.wordpress.com\/<\/a>. Catatan itu berisi catatan tentang sebagian kegiatan di lingkungan kami, ide, artikel, impian\u00a0dan link yang mana kami berharap bisa kami gunakan untuk membantu membuat keluarga dan lingkungan kami sejahtera. Ada juga tentang PKK, posyandu, kegiatan dasa wisma, bayi, dan lain-lain. Mampir ya \ud83d\ude42<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagi yang telah menikah dan tinggal bersama suami dan keluarga mau tidak mau harus terjun ke masyarakat untuk berinteraksi satu sama lain dalam masyarakat. Bagi keluarga muda yang tinggal di lingkungan perumahan kadangkala bingung juga apa yang harus dilakukan dalam bergaul dengan masyarakat sekitar. Bagaimanapun juga mendidik anak dan keluarga merupakan hal yang kompleks. Lingkungan tempat tinggal kita sangat mempengaruhi bagaimana pembentukan anak-anak kita, juga bagaimana kesejahteraan keluarga kita secara fisik maupun mental.<\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[77,4],"tags":[],"class_list":["post-219","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-my-family","category-pendidikan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/yuhana\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/219","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/yuhana\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/yuhana\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/yuhana\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/yuhana\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=219"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/yuhana\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/219\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/yuhana\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=219"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/yuhana\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=219"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/yuhana\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=219"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}