{"id":137,"date":"2007-11-11T11:12:50","date_gmt":"2007-11-11T03:12:50","guid":{"rendered":"http:\/\/yuhana.wordpress.com\/2007\/11\/11\/muhasabah-harian\/"},"modified":"2007-11-11T11:12:50","modified_gmt":"2007-11-11T03:12:50","slug":"muhasabah-harian","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/notes.its.ac.id\/yuhana\/2007\/11\/11\/muhasabah-harian\/","title":{"rendered":"Muhasabah Harian"},"content":{"rendered":"<p>Apakah muhasabah harian itu? sepertinya seringkali mendengar tapi jarang yang mengamalkannya. Termasuk saya, dulu sewaktu masih kuliah sering saya melakukannya, entah mengapa sekarang jarang sekali, bisa jadi dalam setahun bisa dihitung jari (he he .. namanya jadi muhasabah tahunan dong\u00a0 &#8230; ). Bersyukur dalam kajian muslimah sabtu kemaren (10 Nop 2007) <a href=\"http:\/\/jeterna.wordpress.com\/\">mbak erna<\/a>, yang\u00a0mendapat giliran untuk menyampaikan materi\u00a0hari itu,\u00a0mengingatkan kami akan hal ini. Terima kasih buat mbak erna.<\/p>\n<p>Muhasabah harian, atau kata lain menghisab atau menghitung amal kita yang kita lakukan selama satu hari itu. Biasanya muhasabah ini dilakukan di malam hari ketika menjelang tidur. Pernah saya baca dalam suatu website yang menuliskan wasiat yang pernah diberikan oleh Umar bin Khottob, yaitu :<!--more--><br \/>\n&#8220;Hitung-hitunglah dirimu sendiri sebelum kamu dihitung, dan timbang- timbanglah dirimu terlebih dahulu sebelum kamu ditimbang, dan persiapkanlah untuk menghadapi alam terbuka yang besar (mahsyar).&#8221;<\/p>\n<p>Kenapa kita harus menghitung amalan kita? salah satunya agar kita senantiasa instrospeksi diri, sebagaimana seseorang yang menghitung tabungan yang dimiliki, maka tabungan di akhirat adalah lebih penting untuk dihitung agar kita tidak terlena hingga ketika hari itu datang kita ternyata tidak memiliki bekal atau tabungan untuk menemui-Nya.<\/p>\n<p>Ada beberapa pertanyaan yang diberikan oleh mbak erna, yang kalau tidak salah diambil dari salah satu website, yang berisi 37 pertanyaan antara lain :<\/p>\n<ol>\n<li>Apakah anda hari ini membaca Al-Qur&#8217;an ?<\/li>\n<li>Apakah anda telah meminta perlindungan kepada Allah agar diselamatkan dari api neraka ?<\/li>\n<li>Apakah anda rutin sholat sunah rowatib sebelum dan sesudah sholat wajib ?<\/li>\n<li>Apakah anda hari ini mengingat mati dan kubur ?<\/li>\n<li>Apakah anda selalu membaca dzikir pagi dan sore hari ?<\/li>\n<\/ol>\n<p>dan masih banyak lagi pertanyaan lainnya. Bentuk dan pertanyaan muhasabah sebenarnya lain-lain, ada yang dalam buku harian yang berisi daftar ibadah kita pada hari itu dan bentuk2 lainnya. Dalam kajian tersebut kami juga berdiskusi tentang bagaimana dan seperti apa cara yang kita lakukan untuk menjalankan ibadah yang disebutkan dalam pertanyaan2 tersebut. Seperti pertanyaan nomer 5 tentang dzikir pagi dan sore.<\/p>\n<p>Salah satu dzikir pagi dan sore adalah seperti yang diamalkan oleh imam hasan al-bana dengan membaca beberapa ayat-ayat dalam alqur&#8217;an. Dzikir itu dinamakan\u00a0dzikir al matsurat.<\/p>\n<p>Banyak hikmah ataupun fadhilah\u00a0ketika membaca dzikir tersebut selain meminta perlindungan kepada Allah dan juga puja puji kepadaNya, beberapa\u00a0fadhilah yang dapat diambil antara lain :<\/p>\n<ol>\n<li>Bagi yang membaca di pagi hari, Allah akan melindunginya dari syetan sampai sore hari, bagi yang membaca sore hari Allah akan melindunginya dari syetan sampai pagi hari kemudian.<\/li>\n<li>Allah menghilangkan kegundahan dan kegelisahan hatinya<\/li>\n<li>Allah akan memberikan kesehatan badan dan seluruh anggota badan<\/li>\n<li>Allah akan meluaskan rezekinya, termasuk bagi yang memiliki kesempitan rezeki akan mendapatkan kemudahan untuk mendapatkan rezeki.<\/li>\n<li>selengkapnya bisa dibaca pada link yang saya tuliskan dibawah ini.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Dzikir tersebut bisa di dapati di lik ini : <a rel=\"nofollow noopener noreferrer\" target=\"_blank\" href=\"http:\/\/kdsb2006.bravehost.com\/matsurat\/almatsurat.html\"><font color=\"#003399\">http:\/\/kdsb2006. bravehost. com\/matsurat\/ almatsurat. html<\/font><\/a>\u00a0<\/p>\n<p>atau<\/p>\n<p><a rel=\"nofollow noopener noreferrer\" target=\"_blank\" href=\"http:\/\/tesur.tripod.com\/matsurat\/\"><font color=\"#003399\">http:\/\/tesur. tripod.com\/ matsurat\/<\/font><\/a><\/p>\n<p>Bagi yang ingin\u00a0nge-print agar mudah membaca tanpa membuka komputer bisa download dari link ini : <a rel=\"nofollow noopener noreferrer\" target=\"_blank\" href=\"http:\/\/shika.aist-nara.ac.jp\/member\/anwar-k\/download\/matsurat.pdf\"><font color=\"#003399\">http:\/\/shika. aist-nara. ac.jp\/member\/ anwar-k\/download \/matsurat. pdf<\/font><\/a>\u00a0atau bisa membeli di toko buku di dekat tempat tinggal kita.<\/p>\n<p>Bacaan pagi dan petang ada sedikit perbedaan dan disebutkan dalam website tersebut. Semoga kita bisa melakukan muhasabah harian dan dengan melakukan\u00a0semoga Allah memudahkan penghisaban kita nanti di hari yang tidak ada keraguan akan kedatangannya. Sudahkah kita bermuhasabah hari ini?<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apakah muhasabah harian itu? sepertinya seringkali mendengar tapi jarang yang mengamalkannya. Termasuk saya, dulu sewaktu masih kuliah sering saya melakukannya, entah mengapa sekarang jarang sekali, bisa jadi dalam setahun bisa dihitung jari (he he .. namanya jadi muhasabah tahunan dong\u00a0 &#8230; ). Bersyukur dalam kajian muslimah sabtu kemaren (10 Nop 2007) mbak erna, yang\u00a0mendapat giliran untuk menyampaikan materi\u00a0hari itu,\u00a0mengingatkan kami akan hal ini. Terima kasih buat mbak erna. Muhasabah harian, atau kata lain menghisab atau menghitung amal kita yang kita lakukan selama satu hari itu. Biasanya muhasabah ini dilakukan di malam hari ketika menjelang tidur. Pernah saya baca dalam suatu website yang menuliskan wasiat yang pernah diberikan oleh Umar bin Khottob, yaitu :<\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[72,81],"tags":[],"class_list":["post-137","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kajian-islam","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/yuhana\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/137","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/yuhana\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/yuhana\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/yuhana\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/yuhana\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=137"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/yuhana\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/137\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/yuhana\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=137"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/yuhana\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=137"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/yuhana\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=137"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}