{"id":122,"date":"2007-10-11T10:25:01","date_gmt":"2007-10-11T02:25:01","guid":{"rendered":"http:\/\/yuhana.wordpress.com\/2007\/10\/11\/berkunjung-ke-penjara-sanxia\/"},"modified":"2007-10-11T10:25:01","modified_gmt":"2007-10-11T02:25:01","slug":"berkunjung-ke-penjara-sanxia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/notes.its.ac.id\/yuhana\/2007\/10\/11\/berkunjung-ke-penjara-sanxia\/","title":{"rendered":"Berkunjung ke Penjara Sanxia"},"content":{"rendered":"<p>Siang ini aku bersama\u00a0Imam masjid besar Taipei, Pak sholehudin (pengurus masjid besar Taipei) dan <a href=\"http:\/\/ernaxiaoyan.blogs.friendster.com\/erna_xiaoyan\/\">mbak erna <\/a>berkunjung ke penjara sanxia di daerah selatan Taipei.\u00a0<\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p>Kunjungan ke penjara sanxia di setiap bulan Ramadhan terutama menjelang bulan syawal adalah kunjungan rutin yang dilakukan oleh masjid besar untuk mengunjungi muslim dan muslimah dari Indonesia yang di tahan disana. Kebetulan pada ramadhan kali ini, kami (mbak erna dan saya) diberi kesempatan untuk menemani pihak mesjid besar berkomunikasi dengan\u00a0rekan-rekan yang ditahan karena dari pihak mesjid besar memerlukan penerjemah untuk bisa berkomunikasi dengan\u00a0para tahanan. Pihak masjid besar memberikan siraman rohani, makanan (kurma, mie instans produk Indonesia, serta buah-buahan) dan uang 500 NT per orang untuk dibagikan kepada rekan-rekan yang di tahanan. Semua barang-barang ini dari masjid besar Taipei yang didapatkan dari zakat, infak dan sodhaqoh.<\/p>\n<p>Saat kami berkunjung kesana, ada 37 tahanan muslim dan 45 tahanan muslimah, disamping ada juga tahanan dari umat yang beragama lain. Mereka adalah para tenaga kerja dari Indonesia yang melakukan kesalahan. Sebagian besar yang dipenjara disebabkan karena\u00a0kabur dari rumah majikan, tidak memiliki ijin legal, atau ada juga yang memang melakukan tindakan kriminal misalnya berkelahi dengan teman lain dan menimbulkan keributan.<\/p>\n<p>Ada perasaan sedih\u00a0ketika datang mengunjungi mereka, melihat teman-teman\u00a0yang merasakan keterkungkungan (tidak bebas) di negeri orang bahkan untuk melakukan kegiatan agama seperti sholat ied bersama perlu perjuangan yang sangat berat. Bersyukur\u00a0bagi kita yang masih merasakan kebebasan\u00a0meskipun jauh dari sanak keluarga. Semoga Allah memberikan perlindungan dan kemudahan serta hikmah yang banyak kepada mereka.<\/p>\n<p>Alhamdulillah mereka baik-baik saja, meskipun sederet peraturan ketat harus dipatuhi, setiap kali hendak pergi bersama2 senantiasa di temani petugas dan dalam keadaan berbaris rapi. Ketika kami pamit ada rasa haru di wajah2 mereka dengan kunjungan dan perhatian pihak mesjid besar kepada mereka, ada yang menangis juga karena harus merayakan idul fitri di penjara apalagi di negeri orang. Semoga apa yang mereka alami dapat menjadi hikmah dan pelajaran berharga bagi mereka khususnya dan bagi kita semua. Bagi teman-teman tenaga kerja dimanapun berada, terutama di Taiwan, berusahalah untuk tidak kabur jika tidak tahan dengan majikan karena kalau\u00a0tertangkap akan menyebabkan masuk penjara. Akan lebih baik jika mengadukan hal ini ke pihak yang berwenang dan bisa membantu seperti pihak KDEI (Kantor Dagang Ekonomi Indonesia) yang berkantor di alamat : 6F,No.550,RuiGuang Rd (Twin Head Building), Neihu District, Taipei 114, Taiwan. Atau kunjungi <a href=\"http:\/\/www.kdei-taipei.org\/ina\/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=150&amp;Itemid=74\">website KDEI <\/a>untuk info bagaimana melakukan pengaduan.<\/p>\n<p>Bagaimana mereka bisa keluar dari penjara? ya, jika ada yang menebus mereka (misalnya dari pihak agen atau teman atau keluarga) atau kalau mereka bisa menyediakan\u00a0uang biaya pesawat\u00a0pulang ke Indonesia.\u00a0<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Siang ini aku bersama\u00a0Imam masjid besar Taipei, Pak sholehudin (pengurus masjid besar Taipei) dan mbak erna berkunjung ke penjara sanxia di daerah selatan Taipei.\u00a0<\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[63,81],"tags":[],"class_list":["post-122","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-hari-hariku","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/yuhana\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/122","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/yuhana\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/yuhana\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/yuhana\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/yuhana\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=122"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/yuhana\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/122\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/yuhana\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=122"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/yuhana\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=122"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/yuhana\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=122"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}