{"id":6891,"date":"2016-08-09T00:15:15","date_gmt":"2016-08-09T00:15:15","guid":{"rendered":"http:\/\/dosenkapal.com\/?p=6891"},"modified":"2016-08-09T00:15:15","modified_gmt":"2016-08-09T00:15:15","slug":"survei-bathymetri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/notes.its.ac.id\/sholikhan_\/2016\/08\/09\/survei-bathymetri\/","title":{"rendered":"Survei bathymetri"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">Survei bathymetri atau seringkali disebut dengan pemeruman (sounding) dimaksudkan untuk mengetahui\u00a0keadaan topografi laut. Cara yang dipakai dalam pengukuran ini adalah dengan menentukan posisi-posisi\u00a0kedalaman laut pada jalur memanjang dan jalur melintang untuk cross check. Penentuan posisi-posisi\u00a0kedalaman dilakukan menggunakan GPS MAP.<\/p>\n<figure style=\"width: 470px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"\" src=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-Oj6cBV6zX68\/TpJzUmydCvI\/AAAAAAAAAeE\/1iQzRpfCA08\/s1600\/Screen+shot+2011-10-10+at+11.21.58+AM.png\" alt=\"survey batimetri, survey, batimetri\" width=\"470\" height=\"363\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">survey batimetri<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify\">Metodologi pelaksanaan survey batimetri ini adalah sebagai berikut:<br \/>\n<strong>A. Penentuan Jalur Sounding<\/strong><br \/>\nJalur sounding adalah jalur perjalanan kapal yang melakukan sounding dari titik awal sampai ke titik<br \/>\nakhir dari kawasan survei. Jarak antar jalur sounding yang digunakan adalah 100 &#8211; 200 m, sejauh<br \/>\nlebar yang ditentukan. Pada bagian tertentu (area prnting), jalur sounding dapat dibuat dengan jarak<br \/>\nlebih rapat (50 m &#8211; 100 m) . Untuk tiap jalur sounding dilakukan pengambilan data kedalaman perairan<br \/>\nsetiap rentang waktu tertentu (epoch)m. Titik awal dan akhir untuk tiap jalur sounding dicatat dan<br \/>\nkemudian di-input ke dalam alat pengukur yang dilengkapi dengan fasilitas GPS, untuk dijadikan<br \/>\nacuan lintasan perahu sepanjang jalur sounding.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>B. Peralatan Survey<\/strong><br \/>\nPeralatan survei yang diperlukan pada pengukuran batimetri adalah:<br \/>\n1) GPS Echo Sounder dan perlengkapannya. Alat ini mempunyai fasilitas GPS (Global Positioning<br \/>\nSystem) yang memberikan posisi alat pada kerangka horisontal dengan bantuan satelit. Dengan<br \/>\nfasilitas ini, kontrol posisi dalam kerangka horisontal dari suatu titik tetap di darat tidak lagi<br \/>\ndiperlukan. Selain fasilitas GPS, alat ini mempunyai kemampuan untuk mengukur kedalaman<br \/>\nperairan dengan menggunakan gelombang suara yang dipantulkan ke dasar perairan.<br \/>\n2) Notebook. Satu unit portable computer diperlukan untuk menyimpan data yang di-download dari<br \/>\nalat GPS Echo Sounder.<br \/>\n3) Perahu. Perahu digunakan untuk membawa surveyor dan alat-alat pengukuran menyusuri jalurjalur<br \/>\nsounding yang telah ditentukan. Dalam operasinya, perahu tersebut harus memiliki beberapa<br \/>\nkriteria, antara lain:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\uf0b7 Perahu harus cukup luas dan nyaman untuk para surveyor dalam melakukan kegiatan<br \/>\npengukuran dan downloading data dari alat ke komputer, dan lebih baik tertutup dan bebas<br \/>\ndari getaran mesin.<br \/>\n\uf0b7 Perahu harus stabil dan mudah bermanuver pada kecepatan rendah.<br \/>\n\uf0b7 Kapasitas bahan bakar harus sesuai dengan panjang jalur sounding.<br \/>\n4) Papan duga. Papan duga digunakan pada kegiatan pengamatan fluktuasi muka air di laut.<br \/>\n5) Peralatan keselamatan. Peralatan keselamatan yang diperlukan selama kegiatan survei dilakukan<br \/>\nantara lain life jacket.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">sumber:<a href=\"https:\/\/id.scribd.com\/document\/319937507\/Survey-Bathymetri\">https:\/\/id.scribd.com\/document\/319937507\/Survey-Bathymetri<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Survei bathymetri atau seringkali disebut dengan pemeruman (sounding) dimaksudkan untuk mengetahui\u00a0keadaan topografi laut. Cara yang dipakai dalam pengukuran ini adalah dengan menentukan posisi-posisi\u00a0kedalaman laut pada jalur memanjang dan jalur melintang untuk cross check. Penentuan posisi-posisi\u00a0kedalaman dilakukan menggunakan GPS MAP. Metodologi pelaksanaan survey batimetri ini adalah sebagai berikut: A. Penentuan Jalur Sounding Jalur sounding adalah jalur &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":104,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[148,149,150,151,152,153],"class_list":["post-6891","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kapal","tag-batimetri","tag-kedalaman","tag-kontur","tag-laut","tag-survey","tag-suvei"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/sholikhan_\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6891","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/sholikhan_\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/sholikhan_\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/sholikhan_\/wp-json\/wp\/v2\/users\/104"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/sholikhan_\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6891"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/sholikhan_\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6891\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/sholikhan_\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6891"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/sholikhan_\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6891"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/sholikhan_\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6891"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}