{"id":6396,"date":"2016-02-05T12:43:14","date_gmt":"2016-02-05T12:43:14","guid":{"rendered":"http:\/\/dosenkapal.com\/?p=6396"},"modified":"2016-02-05T12:43:14","modified_gmt":"2016-02-05T12:43:14","slug":"macam-macam-kapal-menurut-bentuknya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/notes.its.ac.id\/sholikhan_\/2016\/02\/05\/macam-macam-kapal-menurut-bentuknya\/","title":{"rendered":"Macam Macam Kapal Menurut Bentuknya"},"content":{"rendered":"<h1 style=\"text-align: center\"><strong>Macam Kapal Menurut Bentuk bangunan atas<\/strong><\/h1>\n<p>Jika kita melihat perahu kecil, maka umumnya perahu-perahu tersebut tidak mempunyai geladak maupun bangunan atas. makin besar perahu tersebut, makin jauh daerah pelayarannya dan makin sering gelombang naik melewati sisi kapal. dengan emikian makin terasa kebutuhan akan geladak, sebab lambung timbul (freeboard) biasanya tidak bertambah secepat bertambahnya ukuran kapal lainnya. maka mula-mula dibuat geladak dengan&#8221;rumah&#8221; yang kecil saja. yang tidak selebar perahu atau kapal, sehingga jadilah <a href=\"http:\/\/dosenkapal.com\/tag\/kapal\">kapal<\/a> tanpa bangunan atas (flush-decker).<!--more--><\/p>\n<figure id=\"attachment_6423\" aria-describedby=\"caption-attachment-6423\" style=\"width: 220px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-6423\" src=\"http:\/\/dosenkapal.com\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/220px-USS_Langley_28CV-129.jpg\" alt=\"220px-USS_Langley_28CV-129\" width=\"220\" height=\"144\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-6423\" class=\"wp-caption-text\">flush deck ship<\/figcaption><\/figure>\n<p><a href=\"http:\/\/dosenkapal.com\/tag\/kapal\">Kapal <\/a>terus bertambah besar anak buahnya bertambah banyak. rumah tadi diperlebar hingga terjadilah kimbul. karena ternyata bahwa gelombang makin mudah naik ke geladak, maka dibuatkan akil di ujung depan apal. terbentuklah kapal dengan dua bangunan atas dan &#8220;sumur&#8221; di tengah yang selalu basah jika ada gelombang. jenis kapal ini disebut <a href=\"http:\/\/dosenkapal.com\/tag\/kapal\">kapal<\/a> geladak sumur (wall-decker)<\/p>\n<p>Haluan memang menjadi lebih kering, tetapi bagian tengah <a href=\"http:\/\/dosenkapal.com\/tag\/kapal\">kapal<\/a> yang menjadi daerah paling rendah, masih tetap diserbu gelombang. maka dibangunlah anjungan sehinga terjadilah kapal dengan tiga bangunan atas atau <a href=\"http:\/\/dosenkapal.com\/tag\/kapal\">kapal<\/a> tiga pulau (three-islander) dan geladak sudah jauh lebih kering.<\/p>\n<p>Kemudian orang berpikir, kala anjungan disambung dengan salah satu bangunan atas yang lain, akan didapat ruang muat tambahan yang terlindung juga. jika anjungan disambung dengan kimbul, di dapat <strong><a href=\"http:\/\/dosenkapal.com\/tag\/kapal\">kapal <\/a>berkimbung panjang\u00a0<\/strong>(ship with long poop) jika penyambungan dilaksanakan dengan akil, didapat <strong><a href=\"http:\/\/dosenkapal.com\/tag\/kapal\">kapal<\/a> berakil panjang<\/strong> (ship with long forecastle).<\/p>\n<p>Kebutuhan akan ruang muat terus bertambah. disambunglah semua bangunan atas tadi hingga terciptalah\u00a0<strong><a href=\"http:\/\/dosenkapal.com\/tag\/kapal\">kapal <\/a>dengan bangunan atas penuh (<\/strong>ship with full superstructur)<\/p>\n<p>Karena bea pelabuhan dan pajak-pajak dihitung berdasarkan besar ruang muat di <a href=\"http:\/\/dosenkapal.com\/tag\/kapal\">kapal<\/a>, kapal dengan bangunan atas peuh ini dikenakan bea dan pajak besar. timbullah pemikiran bahwa jika bangunan atas penuh ini tidak seluruhnya dibuat kedap air maka ruangan ruangan yang tidak kedap air ini tidak sepantasnya dihitng sebagai ruang muat. pemikiran ini secara umum siterima di seluruh dunia. amaka berlombalah orang membuat <strong><a href=\"http:\/\/dosenkapal.com\/tag\/kapal\">kapal <\/a>geladak lindung<\/strong> (shelter-decker)<\/p>\n<p>Untuk kapal yang sering membawa penumpang geladak dan waktu pelayaran yang tidak terlalu lama, geladak bangunan atas yang menerus ni dapat dibuat lebih dingan, sehingga timbullah <strong><a href=\"http:\/\/dosenkapal.com\/tag\/kapal\">kapal<\/a> geladak tenda <\/strong>(awning decker)<\/p>\n<p>Karena bangunan atas <a href=\"http:\/\/dosenkapal.com\/tag\/kapal\">kapal <\/a>geladak lindung nyatanya masih menerus sepanjag kapal, hal ini dianggap meguntungkan dari segi keselamatan pelayaran. jadi <a href=\"http:\/\/dosenkapal.com\/tag\/kapal\">kapal <\/a>jenis ini boleh memiliki lambung timbul yang kecil saja, hinga muatanya bisa lebih banyak. menurut peraturan untuk membuat bangunan atas tidak kedap air dibuat lubang palka pendek di geladak dan lubang pintu di sekat bangunan atas yang tidak ditutup kedap air. tetapi pembuatan bukaan-bukaan yang tidak kedap air ini ternyata sering menjadi sebab tenggelamnya <a href=\"http:\/\/dosenkapal.com\/tag\/kapal\">kapal <\/a>jenis ini. maka tahun 1974 kapal geladak lindung dilarang untuk dibuat lagi, sedang yang sudah ada, semua bukaannya harus ditutup kedap air, supaa bea dan pajak tetap tidak terlalu tinggi , dibuatlah peraturan untuk\u00a0<strong><a href=\"http:\/\/dosenkapal.com\/tag\/kapal\">kapal <\/a>dengan tanda tonase\u00a0<\/strong>(shiip with tonnage mark), sedang kapal tetap dibuat kedap air seluruhnya.<\/p>\n<p>Untuk kapal yang bermesin di tengah, diperlukan adanya terowongan poros (shaft tunnel) antara kamar mesin dan sekat ceruk buritan untuk melindungi poros dari gangguan muatan dalam palka dan sebaliknya. pada kapal kecil terowongan poros ini banyak mengurangi ruangan yang tersedia bagi muatan. maka geladak utama mulai dari ruang mesin turun ke belakang diberikan peninggian yang kurang dari tinggi bangunan atas sehingga geladak utama terpenggal. kapal macam ini disebut\u00a0<strong> <a href=\"http:\/\/dosenkapal.com\/tag\/kapal\">kapal <\/a>geladak penggal \u00a0(<\/strong>raised quarter deck).<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/dosenkapal.com\/tag\/kapal\">Kapal <\/a>yang membawa muatan cair, stabilitasnya banyak berkurang akibat adanya permukaan cairan yang lebar. untuk mengurangi pengaruh jelek ini, geladak utamanya diberikan peninggian di tengah kapal dan sepanjang ruang muat. dengan demikian pada keadaan penuhmuatan, lebar permukaan cairan hanya selebar peninggian ini saja. <a href=\"http:\/\/dosenkapal.com\/tag\/kapal\">kapal<\/a> macam ini disebut kapal geladak trunk ( trunk deck ship) dan terutama dipakai untuk kapal tangki kecil .<\/p>\n<p>Dari jenis-jenis yang dsebutkan diatas, yang sekarang paling banyak digunakan adalah geladak sumur yaitu kapal dengan akil dan kimbul serta lambung timbul yang cukup, hingga geladaknya tidak mudah diserbu gelombang<\/p>\n<p>sumber: buku diktat konstruksi <a href=\"http:\/\/dosenkapal.com\/tag\/kapal\">kapal<\/a> kayu, Jurusan Teknik Perkapalan diketik ulang oleh pemilik blog<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Macam Kapal Menurut Bentuk bangunan atas Jika kita melihat perahu kecil, maka umumnya perahu-perahu tersebut tidak mempunyai geladak maupun bangunan atas. makin besar perahu tersebut, makin jauh daerah pelayarannya dan makin sering gelombang naik melewati sisi kapal. dengan emikian makin terasa kebutuhan akan geladak, sebab lambung timbul (freeboard) biasanya tidak bertambah secepat bertambahnya ukuran kapal &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":104,"featured_media":6443,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[49,50,51,24,52,53],"class_list":["post-6396","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kapal","tag-geladak-kapal","tag-jenis-dan-bentuk","tag-jenis-kapal","tag-kapal","tag-perahu-kecil","tag-rumah-geladak"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/sholikhan_\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6396","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/sholikhan_\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/sholikhan_\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/sholikhan_\/wp-json\/wp\/v2\/users\/104"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/sholikhan_\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6396"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/sholikhan_\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6396\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/sholikhan_\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/sholikhan_\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6396"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/sholikhan_\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6396"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/notes.its.ac.id\/sholikhan_\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6396"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}