• Saat Menjadi Rektor

    San Francisco (bagian 8)

    Saya menulis ini setelah semua rombongan kembali dan tiba di Indonesia, tepatnya Jumat malam lalu.  Berakhirlah sudah, saya dan teman-teman ITS (dan juga ada Ibu Direktur dari Unair) sejenak merasakan bagaimana ikut bersama keseharian Bu Risma. Walaupun cuma empat hari efektif, tapi sangat padat dan terasa melelahkan puol…😀 Bahkan secara canda (tapi beneran juga lho) kami sepakat bahwa kami bisa tertidur panjang dan lebih lama saat berada di pesawat daripada ketika kami berada di SF yang relatif, hanya tidur berkisar 3-4 jam sehari, dengan agenda harian yang sangat padat.  Perjalanan lintas benua dari SF ke Hongkong memakan waktu 11 jam dan entah berapa lama kami tertidur pulas di pesawat kemarin…

  • Saat Menjadi Rektor

    San Francisco (bagian 7)

    Ada hal yang menarik untuk diungkap saat Bu Risma berkunjung ke beberapa lokasi di Amerika. Salah satu yang ingin saya ceritakan adalah saat beliau bersama kami berkunjung ke kantor Facebook (FB) di Menlo Park, California. Sangat berkesan karena, perusahaan berkelas dunia dengan total asset raksasa, menerima kami dengan penuh rasa hormat dan bermartabat. Mungkin karena itu adalah kunjungan Bu Risma yang kedua ke kantor mereka. Saat itu, beliau hadir tidak bersama kami akademisi yang mendampinginya. Selain itu juga, FB selama ini telah bekerjasama dengan Pemkot Surabaya, turut memasarkan produk-produk ekonomi yang dibuat ibu-ibu Surabaya dari program kampung tematik-nya Bu Risma.  Tapi tunggu dulu, sepertinya saya merasa aura yang lebih dari…

  • Saat Menjadi Rektor

    San Francisco (bagian 6)

    Siapa tidak kenal Stanford University? Rasanya aneh kalau belum pernah tahu, setidaknya pernah mendengar kalau begitu.  Hal menarik, bukan semata universitas ini dibangun atas kecintaan seorang Ibu kepada anaknya yang meninggal dunia saat masih menempuh studi di Harvard University. Tapi juga karena Stanford University saat ini telah menjelma menjadi universitas berkelas dunia, bahkan berada dalam posisi yang lebih tinggi dari Harvard dalam QS World University Ranking sebagai universitas bergengsi, yaitu pada urutan 2 dan 3 dunia. Masih ingatkah Anda kalau dulu saya pernah memposting di wall FB saya tentang cerita sepasang orangtua sederhana dari desa yang datang menghadap Rektor Harvard University menyampaikan keinginannya membangun gedung untuk mengenang anaknya yang baru…

  • Saat Menjadi Rektor

    San Francisco (bagian 5)

    Dalam kunjungan ke SF, kami juga menyempatkan diri melihat sejarah perkembangan komputer di Musium Komputer di sana. Mungkin itu musium komputer terlengkap di dunia, karena semua komputer yang pernah dibuat di dunia dari sejak pertama kali dikembangkan di tahun 1945an saat terjadi Perang Dunia sampai saat ini, semuanya ada. Menarik sekali  jika kemudian kita tahu bahwa ternyata komputer diciptakan awalnya untuk tujuan perang, yaitu menghitung trajektori atau lintasan rudal yang diluncurkan agar tepat sasaran. Berapa sudut tembak dan kecepatan yang harus di set saat rudal akan diluncurkan biasanya memerlukan waktu cukup lama untuk menghitungnya. Adanya peralatan komputer sederhana mempercepat proses perhitungannya sehingga rudal dapat secara akurat diluncurkan mengenai sasaran yang…

  • Saat Menjadi Rektor

    San Francisco (bagian 4)

    Ketika kami tiba di SF, kami mendapat kehormatan dijamu makan malam oleh Konsul Jenderal Indonesia disana, Bapak Ardi Hermawan di kediaman dinas beliau. Kehadiran Bu Risma juga menarik perhatian banyak warga Indonesia di sana untuk turut hadir dan berdialog. Walaupun siangnya kami sudah keliling ke beberapa tempat, kami tetap antusias untuk bertemu warga Indonesia yang pastinya sudah rindu mendengar cerita langsung dari tanah air, apalagi langsung dari Bu Risma. Banyak yang datang dalam acara dialog malam itu. Saya sendiri lebih banyak diam menyimak. Sebab saya juga ingin belajar dari pengalaman Bu Risma maupun para diaspora kita. Saya menikmati pemikiran maupun kisah-kisah perjalanan manusia, sebab selalu saja ada pembelajaran di belakangnya.…

  • Saat Menjadi Rektor

    San Francisco (bagian 3)

    Ada pertanyaan teman yang belum terungkap dalam tulisan saya sebelumnya. Untuk apa saya ke San Francisco?  Singkatnya, perjalanan ke San Francisco ini merupakan bagian dari misi besar Bu Risma, yang ingin mewujudkan ekonomi digital kota Surabaya, dengan memberdayakan anak-anak muda melakukan start-up business yang ditunjang oleh sistem IT berbasis internet. Terobosan inovatif ini dilakukan setelah beliau sukses memberdayakan penduduk kota Surabay, terutama ibu-ibu kampung, dengan pembangunan ekonomi melalui program kampung tematik. Dan terbukti upayanya ini telah mendapat banyak penghargaan dalam dan luar negeri.  Untuk misinya kali ini, tidak tangung-tanggung, beliau langsung memimpin sendiri delegasi kota Surabaya mengunjungi beberapa obyek penting dan top kelas dunia yang dapat memberi inspirasi untuk berinovasi…

  • Saat Menjadi Rektor

    San Francisco (bagian 2)

    Pesawat mulai terbang rendah. Terdengar suara pilot mengingatkan bahwa pesawat akan segera mendarat. Saya melirik keluar, di bawah, kota San Francisco mulai tampak di tengah padang rumput yang berbukit-bukit.  Sebagian besar wilayahnya telah terbangun menjadi kota modern yang dikelilingi oleh rumah-rumah penduduk yang menyebar padat di perbukitan. Sekelebat kilas bayangan menyergap, bagaimana orang-orang Amerika dahulu berjuang keras membangun negaranya di atas padang rumput yang tandus dan buas itu. Wow….luar biasa! Tidak heran kalau mereka menjadi negara adidaya…. Rasa kagum itu hanya sebentar menerpa, lalu menyeruak pergi. Sebab jantung saya mulai berdegub, terbayang bagaimana sebentar lagi kami akan berbaris antri di depan petugas imigrasi Amerika yang terkenal ketat. Akankah kami lolos?…

  • Saat Menjadi Rektor

    San Francisco (bagian 1)

    Saya menulis ini di pagi subuh buta. Di luar sana, suasana masih gelap, maklum shalat subuh baru pk 05.59 pagi waktu setempat. Dingin menyusup ke dalam kamar hotel tempat saya menginap yang berada di lantai 31. Di data digital, suhu di luar ‘cuma’ 9 C. Disebut cuma, karena memang relatif tidak terlalu dingin untuk suhu di musim dingin… Samar-samar di luar sana, suara mobil truk pengumpul sampah diselingi lamat-lamat suara sirine mobil ambulan atau mungkin juga sirine mobil polisi lewat menyelingi. Kadang bingung membedakan jenis lengkingannya. Begitulah suasana “heningnya” malam menjelang subuh di San Francisco, California, USA. Sama dengan kota-kota besar dunia yang lainnya yang pernah saya kunjungi. Sudah 3…

  • Saat Menjadi Rektor

    Sikap Rektor Dalam Kehidupan Beragama di Kampus

    AsslmWW  Ibu/Bapak/ Sdr Muslimin dan Muslimin yang dimuliakan Allah SWT, Bismillahirrahmanirrohiim, Dinamika kegiatan agama di kampus ITS sering mendapat sorotan, khususnya kegiatan agama Islam karena beberapa kegiatan kadang dianggap menumbuhkan faham tertentu yang kurang berkenan bagi golongan Islam lainnya. ITS, yang notabene adalah perguruan tinggi milik negara dan rakyat Indonesia, berusaha menfasilitasi dan membangun suasana kondusif dalam kampus bagi para mahasiswanya, yang tujuannya adalah mendidik calon-calon intelektual bangsa Indonesia, menjadi generasi yang unggul. Unggul dalam pemikiran dan juga unggul dalam bersikap. Pendek kata, berkarakter. Dalam bayangan saya selalu Rektor, kampus ITS menjadi tempat dialog dalam hal keyakinan beragama dengan penuh toleransi – saling menghormati atas keberagaman ini. Khususnya bagi mahasiswa…

  • Pesan dari Ayahmu

    Memaknai Kematian

    Saat ditinggal seseorang yang kita cintai untuk selamanya, sering kita menangis dan bersedih. Umumnya, kita menangis karena rasa sedih ditinggal orang yang tidak akan pernah kita jumpai lagi dalam hidup kita. Selain itu, juga karena sedih atas berakhir kehidupannya di dunia bagi orang yang kita kasihi itu. Namun jarang sekali orang yang bersedih atas nasib bagaimana kehidupan orang yang kita kasihi tersebut, pasca kematiannya. Baik di alam kuburnya maupun alam akhiratnya…Padahal itulah yang akan abadi dialaminya.  Analoginya sama dengan banyak orang yang takut kalau minum racun, tapi tidak seorangpun yang khawatir akan keracunan hatinya. Dalam kasus yang pertama, akibat buruknya adalah kematian secara fisik. Sedangkan dalam kasus kedua, akibatnya tidak…