Saat Menjadi Rektor

  • Saat Menjadi Rektor

    Sebuah catatan: Apa ukuran kinerja kita sesungguhnya?

    Pak Arif Wibowo baru saja membawa Garuda menjadi maskapai terbaik di dunia (lihat https://www.goodnewsfromindonesia.id/2017/04/11/garuda-indonesia-dinobatkan-menjadi-maskapai-terbaik-dunia ), tapi toh dicopot juga posisinya sebagai Dirut Garuda.  Padahal masih jelas dalam ingatan kita, beberapa saat yang lalu, Pak Dwi Sutjipto yang juga membawa Pertamina untuk kali pertama, memperoleh laba bersih melebihi Petronas, juga dilengserkan dari jabatan Dirut Pertamina. Bahkan waktu itu belum jelas siapa penggantinya, langsung diberhentikan begitu saja. Aneh? Tidak juga, pemerintah, khususnya Kementerian BUMN pasti punya sejuta alasan untuk membuat keputusan kontroversial seperti itu. Jadi tidak perlu gumunan, apalagi jaman sekarang, banyak keputusan yang dibuat berdasarkan pembenaran bukan kebenaran, dan itu nyaris  dalam semua aspek pembangunan kita. Jadi tidak perlu diperdebatkan… Hanya saja,…

  • Saat Menjadi Rektor

    Dwi Sutjipto: sebuah Catatan

    Pak Dwi Soetjipto, sangat akrab di telinga Civitas Academica ITS. Selain sebagai Ketua Umum IKAlumni ITS, beliau juga adalah salah satu alumnus terbaik yang dihasilkan ITS. Kami, sebagai bagian dari Keluarga Besar ITS selalu bangsa atas kiprahnya sebagai seorang professional. Beliau adalah tokoh panutan yang mampu menggabungkan visi dengan misi perusahaan secara luar biasa.  Dikatakan luar biasa, karena boleh jadi tidak ada seorangpun Direktur Utama BUMN di Indonesia sampai saat ini yang mampu membawa marwah perusahaan BUMN tidak hanya terbatas pada level nasional, namun juga sampai level internasional. *** Nama Dwi Soetjipto melejit ketika beliau menjabat sebagai Dirut PT Semen Gresik karena mampu menggenjot kapasitas produksinya menjadi  26 juta ton…

  • Saat Menjadi Rektor

    Singapore (bagian 3)

    Tibalah kini perjalanan pulang kembali ke tanah air dengan pesawat milik bangsa, Garuda. Seperti biasa, begitu take off, saya akan menonton film dalam pesawat sebagai ‘pengantar tidur’. Film yang saya pilih kebetulan berjudul “RACE”, mengangkat kisah seorang pelari berkulit hitam Amerika. Biasanya, hanya beberapa menit saya menonton, sisanya bablas ketiduran. Nyatanya, kali ini saya malah terus nonton hingga akhir. Film yang diambil dari kisah nyata ini sangat inspiratif dan sayang untuk ditinggal tidur… Jesse, demikian nama panggilannya. Saat ini, tidak semua orang mengenal nama yang pernah mengukir sejarah dunia. Padahal ini nama legendaris yang telah mampu menjungkirbalikkan sebuah hegemoni atau dominasi kekuasaan yang demikian besar sehingga seolah tidak ada kekuatan…

  • Saat Menjadi Rektor

    Singapore (bagian 2)

    Kali ini yang akan saya tulis adalah tentang upacara penganugerahan penghargaan yang diterima mahasiswa ITS dalam lomba yang diinisiasi oleh Sembcorp Marine Singapore bersama mitranya yaitu Shell dan BP. Momen ini terasa istimewa karena perolehan juara bagi Tim ITS adalah yang kedua kalinya dalam dua tahun berturut-turut, sejak kompetisi ini diadakan secara rutin dalam 15 tahun terakhir di Singapura. Lomba yang bertajuk “Green Wave Environmental Care Project  Competition” ini diperuntukkan bagi siswa berbagai level pendidikan; dari mulai sekolah dasar, sekolah menengah, kolej (pra universitas) dan perguruan tinggi (universitas). Acara bergengsi ini terbuka untuk siswa dari manapun, baik dalam dan luar Singapura. Untuk level universitas, yaitu lomba yang diikuti oleh mahasiswa…

  • Saat Menjadi Rektor

    Singapore (bagian 1)

    Awalnya saya tiba Rabu pagi di Singapore adalah untuk menghadiri penganugerahan gelar Juara kepada beberapa mahasiswa ITS yang berhasil merebut kompetisi karya tulis teknologi inovatif yang diadakan disana. Ini kali kedua secara berturut-turut mahasiswa ITS merebut Juara mengalahkan peserta lomba, mahasiswa dari Singapura dan beberapa negara lainnya. Luar biasa! Saya akan ceritakan soal penghargaan ini dalam tulisan besok pagi, sebab yang saya akan tulis kali ini adalah hal yang lain.  Karena acara penganugerahan juara oleh Menterii Pendidikan Singapura berlangsung Kamis pagi, maka saya harus datang sehari sebelumnya agar bisa hadir tepat waktu. Saya ditemani oleh Kepala Departemen Transportasi Laut, Fakultas Teknologi Kelautan ITS, Dr. Tri Achmadi, yang juga hadir, karena…

  • Saat Menjadi Rektor

    San Francisco (bagian 8)

    Saya menulis ini setelah semua rombongan kembali dan tiba di Indonesia, tepatnya Jumat malam lalu.  Berakhirlah sudah, saya dan teman-teman ITS (dan juga ada Ibu Direktur dari Unair) sejenak merasakan bagaimana ikut bersama keseharian Bu Risma. Walaupun cuma empat hari efektif, tapi sangat padat dan terasa melelahkan puol…😀 Bahkan secara canda (tapi beneran juga lho) kami sepakat bahwa kami bisa tertidur panjang dan lebih lama saat berada di pesawat daripada ketika kami berada di SF yang relatif, hanya tidur berkisar 3-4 jam sehari, dengan agenda harian yang sangat padat.  Perjalanan lintas benua dari SF ke Hongkong memakan waktu 11 jam dan entah berapa lama kami tertidur pulas di pesawat kemarin…

  • Saat Menjadi Rektor

    San Francisco (bagian 7)

    Ada hal yang menarik untuk diungkap saat Bu Risma berkunjung ke beberapa lokasi di Amerika. Salah satu yang ingin saya ceritakan adalah saat beliau bersama kami berkunjung ke kantor Facebook (FB) di Menlo Park, California. Sangat berkesan karena, perusahaan berkelas dunia dengan total asset raksasa, menerima kami dengan penuh rasa hormat dan bermartabat. Mungkin karena itu adalah kunjungan Bu Risma yang kedua ke kantor mereka. Saat itu, beliau hadir tidak bersama kami akademisi yang mendampinginya. Selain itu juga, FB selama ini telah bekerjasama dengan Pemkot Surabaya, turut memasarkan produk-produk ekonomi yang dibuat ibu-ibu Surabaya dari program kampung tematik-nya Bu Risma.  Tapi tunggu dulu, sepertinya saya merasa aura yang lebih dari…

  • Saat Menjadi Rektor

    San Francisco (bagian 6)

    Siapa tidak kenal Stanford University? Rasanya aneh kalau belum pernah tahu, setidaknya pernah mendengar kalau begitu.  Hal menarik, bukan semata universitas ini dibangun atas kecintaan seorang Ibu kepada anaknya yang meninggal dunia saat masih menempuh studi di Harvard University. Tapi juga karena Stanford University saat ini telah menjelma menjadi universitas berkelas dunia, bahkan berada dalam posisi yang lebih tinggi dari Harvard dalam QS World University Ranking sebagai universitas bergengsi, yaitu pada urutan 2 dan 3 dunia. Masih ingatkah Anda kalau dulu saya pernah memposting di wall FB saya tentang cerita sepasang orangtua sederhana dari desa yang datang menghadap Rektor Harvard University menyampaikan keinginannya membangun gedung untuk mengenang anaknya yang baru…

  • Saat Menjadi Rektor

    San Francisco (bagian 5)

    Dalam kunjungan ke SF, kami juga menyempatkan diri melihat sejarah perkembangan komputer di Musium Komputer di sana. Mungkin itu musium komputer terlengkap di dunia, karena semua komputer yang pernah dibuat di dunia dari sejak pertama kali dikembangkan di tahun 1945an saat terjadi Perang Dunia sampai saat ini, semuanya ada. Menarik sekali  jika kemudian kita tahu bahwa ternyata komputer diciptakan awalnya untuk tujuan perang, yaitu menghitung trajektori atau lintasan rudal yang diluncurkan agar tepat sasaran. Berapa sudut tembak dan kecepatan yang harus di set saat rudal akan diluncurkan biasanya memerlukan waktu cukup lama untuk menghitungnya. Adanya peralatan komputer sederhana mempercepat proses perhitungannya sehingga rudal dapat secara akurat diluncurkan mengenai sasaran yang…

  • Saat Menjadi Rektor

    San Francisco (bagian 4)

    Ketika kami tiba di SF, kami mendapat kehormatan dijamu makan malam oleh Konsul Jenderal Indonesia disana, Bapak Ardi Hermawan di kediaman dinas beliau. Kehadiran Bu Risma juga menarik perhatian banyak warga Indonesia di sana untuk turut hadir dan berdialog. Walaupun siangnya kami sudah keliling ke beberapa tempat, kami tetap antusias untuk bertemu warga Indonesia yang pastinya sudah rindu mendengar cerita langsung dari tanah air, apalagi langsung dari Bu Risma. Banyak yang datang dalam acara dialog malam itu. Saya sendiri lebih banyak diam menyimak. Sebab saya juga ingin belajar dari pengalaman Bu Risma maupun para diaspora kita. Saya menikmati pemikiran maupun kisah-kisah perjalanan manusia, sebab selalu saja ada pembelajaran di belakangnya.…