Kita hanya berusaha
aya sudah belajar bahwa dalam hidup, apapun usaha kita untuk mewujudkan sesuatu, kita tidak pernah mampu memastikan hasil akhirnya.
Ada kekuatan lain yang kemudian menjadi Penentu. Pada akhirnya, kita hanya bisa menerima.
Anehnya, sering kita selalu saja mencoba memaksakan kehendak bila hasilnya tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Kita tidak pernah mau berdamai dengan hati, bahwa ada Allah lah yang Maha Menentukan. Dia tidak pernah salah, kitalah sendiri yang membuat semuanya menjadi salah. Sebab Dia hanya menciptakan kebaikan, walaupun itu tampak “salah” dan “buruk” di mata kita. Kita tidak pernah setia dengan apa yang telah diajarkanNYA itu, bahwa Allah tidak pernah salah, namun diri kitalah.
Kesalahan atau keburukan adalah karena perbuatan kita sendiri. Alih-alih kita berintrospeksi untuk memperbaiki diri. Kita lebih sering menyalahkan orang lain untuk menutupi kelemahan kita saat kita bersalah.
Seharusnya, apabila kita istiqomah, maka kita akan terus berusaha apapun hasilnya. Baik atau buruk dalam pandangan kita boleh jadi hanya ego kita yanb berbicara.
Allah SWT hanya meminta kita untuk percaya, bahwa IA hanya menciptakan kebaikan untuk diri kita, walaupun itu terasa buruk bagi diri kita. Yang harus kita lakukan kemudian, dalam merespon ketidaksesuaian harapan kita adalah dengan bersabar. Demikian juga, saat apa yang kite upayakan berbuah kenyataan seperti harapan, maka kita harus bersyukur. Sebab hanya dengan begitu, Allah SWT akan melipatgandakan kebaikan dan rejeki yang sudah kita peroleh tersebut. Insyallah…
JH (7/2/26)