Saat Menjadi Rektor

Sebuah Nazar

Menjelang magrib, Selasa 8 Agustus 2018, tiba-tiba saya ingin lebih awal tiba di mesjid Manarul Ilmi kampus ITS yang adem oleh rimbun pepohonan. 

Ketika masuk di ruang utama yang berlantai granit itu, suasana masih sepi. Saya lalu memilih tempat di shaf pertama, yang baru terisi dua orang di sebelah kiri dan kanan saya. Sebelah kiri, seorang bapak pengunjung setia mesjid yang selalu saja diposisi yang sama saat berjamaah. Sedangkan di kanan saya, duduk bersila seorang mahasiswa baru ITS yang sekilas nampak dia juga sedang khusuk berzikir.

Setelah saya selesai melakukan shalat Tahiyatul Masjid, saya melirik ke jam dinding… Tiba-tiba muazzin mesjid mengampiri mahasiswa baru ini lalu berkata:”Beneran saudara mau nazar?” Sepintas si maba langsung mengangguk lalu maju ke depan mike…. Saya menoleh ke arah muazzin yang baru saja merelakan tugasnya diambil alih maba. Seakan mengerti bahasa tubuh, ia lalu menjawab tanpa ditanya, “Iya Pak, dia bernazar akan azan di Masjid ITS jika dia diterima jadi mahasiswa ITS!”

Lalu berkumandanganlah suara adzan magrib dari mulut sang maba yang kemudian saya tahu bernama Wildan angkatan 2017 dari Departemen Desain Produk dan hafal 20 juz itu.

Suara adzan yang dilantunkan dengan suara kokoh, jernih dan tinggi nadanya sungguh terasa indah. Tak terasa saya mulai brebes mili. Andai saja semua mahasiswa baru muslim dengan semangat keislaman seperti dirinya, alangkah damai dan sejahteranya bangsa Indonesia ke depan. Sebab lahir generasi yang tidak saja cerdas, tetapi juga pintar memilah mana yang baik dan benar, serta mana yang sebaliknya. Semoga ini jadi pertanda baik baik kejayaan ITS dan Indonesia ke depan.

Dirgayahu 🇮🇩 

Vivat!!!

JH (9/8/2018)

Adalah Profesor pada Departemen Teknik Lingkungan ITS Surabaya dan pernah menjabat sebagai Rektor ITS 2015-2019. Latar belakang pendidikannya sebagai PhD dalam bidang Teknik Lingkungan dari University of Newcastle, Inggris (1994-1997), Master of Science in Environmental Sanitation di Universiteijt Gent, Belgia (1989-1991) dan Sarjana Teknik Lingkungan ITB (1986).  Sejak tahun 2003 ia mendapat sertifikat sebagai fasilitator Urban Regional Development Management and Team Leadership (URDML) dari Banff Executive Canada. Penerima Penghargaan Category “Angka Nitisastro dari ITS (2024) dan Ganesha Widya Jasa Adiutama dari ITB (2019)” serta sekaligus termasuk “72 Tokoh Berpengaruh 2017” versi Majalah Men’s Obsession ini, juga adalah LEAD (Leadership for Environment and Development) International Fellow sejak tahun 2001 serta TCRP (The Climate Change Reality Project) Leader Indonesia sejak tahun 2009. Mempunyai minat dalam menulis hal-hal keseharian sebagai bagian dari refreshing and healing….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *