• Saat Menjadi Rektor

    Bangga Dengan TNI (continued)

    Masih ingat tulisan saya tentang kebanggaan saya pada TNI saat saya menghadiri Perayaan HUT TNI awal Oktober yll? Ceritanya berlanjut, saya dikontak salah seorang mantan mahasiswa saya yang menyampaikan keinginan seorang Marinir yang sebelumnya adalah anggota Denjaka (Detasemen Jala Mangkara)  yang ingin bertemu dan berkenalan dengan saya. Tentu saja ini suatu hal yang mengejutkan bagi saya, sebab Denjaka merupakan pasukan khusus anti teror dari TNI AL, yang sangat tangguh dan menjadi salah satu pasukan elit yang paling ditakuti di dunia. Saya sudah menyaksikan sendiri bagaimana mereka turun (atau tepatnya meluncur) dan sekaligus naik kembali dengan cepat menggunakan seutas tali dari sebuah crane yang tinggi, untuk mengilustrasikan kelincahan mereka menyusup ke…

  • Saat Menjadi Rektor

    Bangga Dengan TNI

    Beruntung sekali saya bersama beberapa Rektor yang berasal dari berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia diundang untuk menghadiri HUT TNI yang ke 72 di Cilegon, Banten tanggal 5 Oktober 2017 kemarin. Saya katakan beruntung karena perayaan HUT TNI kali ini tidak hanya sekedar menggelar kekuatan pasukan dan peralatan tempur, tetapi juga lebih humanis dan membumi. Bertemakan slogan “Bersama Rakyat TNI Kuat”, TNI telah berhasil menarik minat banyak pihak masyarakat untuk datang menyaksikan sendiri kehebatan pasukan kebanggaannya. Pertunjukan dikemas menggunakan teknologi terkini untuk menampilkan secara utuh ketangkasan para prajurit maupun sejarah perjalanan TNI, yaitu sejak berdirinya jaman Jenderal Sudirman tahun 1945 yang lalu. Semuanya benar-benar memukau pengunjung yang berjubel, sehingga kami nyaris…

  • Self Awareness

    Dahsyatnya Berdoa

    بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِالرَّحِيْــــــــــــــمِ. Suatu kali seorang Ayah ditanya oleh anaknya: “Mengapa Ayah selalu rajin berdoa padahal keadaan ekonomi kita tetap biasa saja? Apa yang Ayah dapatkan dgn seringnya Ayah berdoa secara teratur kepada Allah ?”. Sang Ayah menjawab: “Tidak ada yg Ayah dapat, malah Ayah banyak kehilangan; tetapi ……. Ayah akan beritahu kepadamu Nak, apa-apa saja yang hilang itu …”. Ternyata yang hilang adalah: – Kekuatiran. – Kemarahan. – Depresi. – Kecewa. – Sakit Hati. – Kerakusan. – Ketamakan. – Kebencian. – Kesombongan. “Setiap kali setelah berdoa Ayah selalu kembali menjadi tenang.”. Kadangkala, jawaban atas doa kita tidak selalu tentang “apa yg kita dapat” tetapi justru “apa yg hilang” dari…

  • Saat Menjadi Rektor

    Sebuah Nazar

    Menjelang magrib, Selasa 8 Agustus 2018, tiba-tiba saya ingin lebih awal tiba di mesjid Manarul Ilmi kampus ITS yang adem oleh rimbun pepohonan.  Ketika masuk di ruang utama yang berlantai granit itu, suasana masih sepi. Saya lalu memilih tempat di shaf pertama, yang baru terisi dua orang di sebelah kiri dan kanan saya. Sebelah kiri, seorang bapak pengunjung setia mesjid yang selalu saja diposisi yang sama saat berjamaah. Sedangkan di kanan saya, duduk bersila seorang mahasiswa baru ITS yang sekilas nampak dia juga sedang khusuk berzikir. Setelah saya selesai melakukan shalat Tahiyatul Masjid, saya melirik ke jam dinding… Tiba-tiba muazzin mesjid mengampiri mahasiswa baru ini lalu berkata:”Beneran saudara mau nazar?”…

  • Saat Menjadi Rektor

    Kazakhstan (bagian 3)

    Suprise terakhir yang saya ingin tulis adalah ketika “seminar” hari ketiga (begitu Pak JK menyebutnya untuk diskusi beliau dengan para Rektor dan pak Menteri saat sarapan pagi berlangsung di Hotel). Kebetulan hari ketiga itu, saya didaulat sejawat Rektor untuk duduk bersebrangan langsung dengan beliau. Hari-hari sebelumya yang duduk di kursi “kehormatan” itu adalah Rektor UI dan lalu Rektor ITB.  Diskusinya berlangsung menarik dan gayeng. Seolah Pak JK ingin bersparring partner dengan para rektor atas pemikiran beliau tentang pengembangan sains dan teknologi. Karena kami orang kampus, tentunya mendebat beliau menjadi hal yang biasa karena begitulah kebebasan mimbar akademik seharusnya. Dasar kebenarannya hanya fakta dan data kajian ilmiah yang dikedepankan, bukan posisi…

  • Saat Menjadi Rektor

    Kazakhstan (bagian 2)

    Saat saya mulai menjadi Rektor 2 tahun lalu, ada keinginan untuk membangun kembali kesadaran beragama mahasiswa ITS, agar proses pendidikan mereka tidak sekedar mencari gelar atau kemulyaan duniawi lainnya. Sebab apapun capaiannya, pada akhirnya kita semua akan kembali kehadiratNYA. Cukupkah bekal yang kita bawa? Apalagi dalam sila pertama ideologi bangsa kita, yaitu Pancasila, Ketuhanan merupakan hal paling utama yang menjadi landasannya. Jadi, menjalankan kewajiban agama masing-masing berarti kita telah mengimplementasikan Pancasila. Karena itu saya berusaha mendorong setiap mahasiswa untuk menjalankan agama yang dianutnya. Untuk yang beragama Islam, diadakan Gerakan Shalat Subuh Berjamaah yang diilhami oleh gerakan yang dicanangkan Mr. Erdogan di Turki. Terlepas dari sikap politiknya akhir-akhir ini yang saya…

  • Saat Menjadi Rektor

    Kazakhstan (bagian 1)

    Saya bersama beberapa Rektor PTN lain diajak untuk mendampingi kunjungan Bapak Wapres Jusuf Kalla ke Astana, ibu kota Kazahstan dalam rangka menghadiri The 1st. IOC Summit on Science and Technology. Sedangkan, IOC atau dalam singkatan bahasa kita adalah OKI, merupakan Organisasi Kerjasama (negara-negara) Islam. Konferensi pertama kerjasama bidang sains dan teknologi negara-negara Islam ini diadakan pada tanggal 10-11 September 2017. Kami mendarat di Astana, pada hari Jumat tgl. 8 September yang lalu, tentunya dengan perasaan ingin tahu bagaimana suasana Ibukota dari negara pecahan bekas Uni Sovyet (USSR) yang ternyata mayoritas beragama Islam. Negara yang berlokasi di Asia Tengah, bersebelahan dengan China, Rusia dan Mongolia memang menampakkan postur dan roman muka…

  • Saat Menjadi Rektor

    Makna Kemenangan

    Dalam banyak momen, saya sering melepas keberangkatan mahasiswa ITS ke berbagai ajang kejuaraan di level nasional maupun internasional. Pesan saya selalu sama, raihlah kemenangan dengan usaha semaksimal yang mereka mampu, walaupun tidak harus selalu berpredikat juara! Kompetisi bukan semata pertandingan mengalahkan lawan sesungguhnya, tapi yang lebih penting adalah melawan dirinya sendiri. Sejauh mana dia mampu mengendalikan nafsu diri dan ketakutan dalam hatinya ketika dia menghadapi tantangan. Tantangan itu semakin besar ketika ada tekanan untuk berprestasi dengan hasil Juara. Hal ini kadang menyebabkan seseorang menghalalkan segala cara untuk meraih predikat juara itu. Padahal, pada akhirnya itu hanyalah sebuah kemenangan semu karena telah meruntuhkan nilai kejujuran dan sportivitas pada dirinya. Nilai itulah…

  • Saat Menjadi Rektor

    Hanya Sebuah Kata Pengantar

    Pendidikan karakter merupakan sebuah kebutuhan bagi anak dalam proses menuju pendewasaan dirinya karena akan berkaitan dengan sikap perilakunya yang terpancar dari sifat bathinnya. Artinya dimensinya lebih ke arah pendidikan ruhiyah yang akan mempengaruhi proses berpikir, bersikap dan bertindaknya seseorang ketika berinteraksi dengan orang lain atau masyarakat. Hal ini juga yang akan menentukan ‘nilai’ apakah seseorang itu akan diterima lingkungannya atau tidak. Diterima dalam arti apakah dia disenangi, dihormati, dijadikan panutan atau bahkan bisa juga sebaliknya.  Hal ini disebabkan karena jauh didalam diri setiap manusia, ada nurani yang selalu mendambakan hal-hal yang baik dan benar, yang bersifat etika dan estetika. Sifat inilah yang akan membuat perasaan kita menjadi senang bahkan damai…

  • Saat Menjadi Rektor

    Titip Salam Iedul Fitri untuk Orangtuamu…

    Saya turun menuju kendaraan dinas yang sudah menunggu di pelataran gedung Rektorat. Segera rasa sepi menyergap, suasana tampak lenggang, tidak seperti biasanya. Tempat parkir yang saat waktu nomal masih penuh, juga tampak kosong. Dengung candaria dan lalu lalang para mahasiswa masih tertancap dalam bayangan saya walaupun saya tidak melihat seorang mahasiswa pun sore itu.  Lalu mobil berjalan di sepanjang koridor jalan kampus ITS yang hijau dan rindang, mengantarkan saya menuju kediaman. Saya merasakan suasana yang hening dan kemudian  mata terasa mulai membasah… Hanya 3 hari lagi lebaran tiba, namun suasana haru sudah mulai hinggap. Gaung takbir yang menggetarkan sebentar lagi akan kembali terdengar. Bayang keteduhan pohon di sepanjang jalan kampus…